Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
dan engkau melihat manusia masuk ke dalam agama Allah berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampunlah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.
(QS. An-Nashr 1-3)

10/22/2010

Sekilas Tentang Fosma165 UIN jakarta

Forum Silaturahim Mahasiswa (FOSMA) 165, berdiri pertama kalinya di Jakarta, pada bulan Mei 2007. Tujuannya adalah untuk mempererat tali silaturahim antar sesama alumni ESQ mahasiswa dan sebagai wadah untuk mengembangkan kreatifitas dan kredibilitas sesama alumni. FOSMA165 hadir untuk menjawab kebutuhan akan pemimpin-pemimpin bangsa yang cerdas intelektual, cerdas emosional, dan cerdas spiritual. Saat ini FOSMA 165 sudah ada di setiap pulau di Indonesia, baik di tingkat wilayah, Daerah, bahkan komisariat (kampus-kampus yang berada di daerah setempat.).

FOSMA165 UIN Jakarta, bermula dari sebuah forum komunikasi alumni ESQ yang kuliah di UIN, sekitar 9 orang, dan dengan keyakinan yang kuat dan semangat juang tinggi, para founding father tersebut mencoba membuka kelas In House Training perdana untuk kampus UIN Jakarta. Berkat usaha dan kerja keras mereka, kini terbentuklah kepengurusan FOSMA UIN semenjak tahun 2007-2008 yang diketuai oleh M. Zaki Mubarok (KPI-FDK ‘04) , 2008-2009 oleh Fiki Ari Rusli (IP-FISIP ‘06) dan 2009-2010 oleh Reza Fatahillah (SI-FST ’07), dan sekarang periode 2010-2011 oleh Rushdi (AF-FU) .
Perkembangan alumni ESQ di wilayah UIN pun semakin berkembang, dari awal tahun di selenggarakan IHT ESQ Basic 1 UIN Jakarta hingga IHT ESQ Basic 7 UIN Jakarta, dan di tambah dengan 5 angkatan IHT MaBa 2008 UIN Jakrta serta mahasiswa-mahasiswa yang mengikuti training ESQ Basic di luar IHT ESQ Basic UIN Jakarta, total alumni sekitar 3000 Mahasiswa. (red,data akhir tahun 2009). Pertumbuhan tersebut patut kita syukuri dan banggakan. Mudah-mudahan dengan semakin bertambah dan berkembangnya alumni ESQ di wilayah UIN Jakarta bisa membantu kampus tercinta kita ini sebagai kampus yang terbaik dan bisa menjadi kampus percontohan akhlak mahasiswa yang berlandasakan nafas suara hati dan perilaku yang tauladan serta memiliki 7 nilai Budi Utama di setiap langkahnya.

Selengkapnya

10/19/2010

Forum Diskusi

Bagi temen2 yang ingin menyumbang saran , ide, Curhat, kritik yang membangun bagi kemajuan FOSMA UIN, atau hanya sekedar Say Hello. Yuk mari!!! ditunggu komentarnya dibawah ya.,

di forum ini kita jalin silaturahmi kembali. Mingkin ada temen2 udah lama gak gabung ama kita2. mingkin udah nikah, udah sibuk kerja, utauu udah jadi juraan dinegeri seberang?, ya kami doakan tidak lupa ama kebersamaan kita ya,. Semoga dengan kesibukan temen2 semua kita masih bisa menjalin kebersamaan dan silaturahmi. Aminn

Oya, kalau temen2 punya artikel, berita, tulisan, atau hasil makalah dikelas yang bagus,, jangan lupa ya dikirim ke redaksi FOSMA UIN melalui email di: fosmauin@gmail.com. kami tunggu!!!

Tak lupa, sebelum meninggalkan blog ini. iklan dari sponsor di klik ya, (itu tu letaknya ada dibawah tulisan ini atau di sebelah kanan blog yang berupa link link). karena setiap satu klik yang temen2 lakukan akan sedikit membantu kegiatan FOSMA UIN kedepan.

so, diklik ya!!!!





Selengkapnya

Antara Asma Ul-husna dan Sahabat Spiritual

Bagiku asmaul-husna bukan hanya sifat-sifat Tuhan yang patut ditiru dan diamalkan oleh setiap hamba-Nya. Ketika aku mendengarkan lantunan Asmaul-husna, aku seperti merasakan kedamaian. Kedamaian yang membuat jantung ini sedikit melambatkan tempo denyutnya. Kedamaian yang mengajak mata ini terpejam, menghayati setiap nama-nama Allah...

Waktu aku masih berumur 10 tahun, aku masih belum mengerti tulisan arab yang selalu ada di sampul depan dan belakang al-Quran (semua al-Quran di rumahku seperti itu). Aku pernah bertanya kepada teman satu pengajianku tentang tulisan arab itu, “Ini doa apa?” tanyaku dengan polosnya. “Itu asmaul husna.” jawabnya. “Apa itu?” tanyaku lagi. “Ga tau! Tanya aja sama pak ustad!” jawabnya sambil menunjukkan jarinya ke arah guru kami.

Guru kami berkata, “Itu adalah nama-nama Allah Yang Maha Sempurna ” aku menganggukkan kepala walaupun masih bingung. Aku menghitungnya, dan aneh sendiri, kenapa jumlahnya hanya 99? Kenapa tidak digenapkan saja menjadi 100? Seperti ulangan matematikaku yang tidak pernah dapat 100, dan aku selalu mengharapkan angka 100 di setiap mata pelajaran, karena 100 itu angka sempurna! “Jika Allah sempurna, kenapa jumlah namanya tidak 100?” aku bertanya lagi kepada pak ustad, tapi dia diam saja. Dia malah menugaskan kami untuk menghafalkan 99 nama yang masih asing di mata dan telingaku kala itu.

Bulan berganti bulan, 99 nama Allah belum bisa juga aku hafal dengan benar. Aku malu, temanku yang lain sudah hafal sedangkan aku belum... Aku mengeluh, “Pak Ustad, kok aku belum hafal juga ya?”. Beliau hanya berkata dengan lembut, “Suatu saat kau akan hafal, tidak hanya hafal, tapi mengerti maknanya... Mungkin sekarang belum saatnya...”
Tahun berganti tahun.


Di umurku yang ke-18, aku baru mengerti. Dan perkataan guruku 8 tahun yang lalu telah terbukti. Training ESQ lah yang mengantarku pada jalan yang terang. Tidak hanya menyadarkanku tentang siapa aku dan siapa tuhanku, tapi juga mengajarkanku menghafal dan mengenali nama-nama Allah... tidak hanya hafal, tapi mengerti maknanya walaupun tidak semua.


Asmaul husna menjadi budaya, menjadi ritual tersendiri, mungkin ini yang menyebabkan aku hafal, karena setiap kali ada pertemuan, pengajian, bahkan di setiap rapat kecil selalu diawali dengan membaca asmaul-husna bersama-sama. Begitu juga briefing ATS di pagi hari sebelum training ESQ dimulai. Aku memang bukan termasuk orang yang aktif di ATS (Alumni Training Support) tapi setidaknya aku pernah sekali dua kali mendapat kesempatan jadi ATS, dan membaca asmaul-husna bersama trainer, asisten trainer, juga para ATS merupakan momen yang paling berkesan, momen yang paling indah, momen yang paling sulit dilupakan. Persaudaraan karena Allah...

Aku pernah juga menjadi panitia In House Training ESQ di kampusku. Setiap pagi di mana kampus masih sepi, hanya ada burung-burung kecil yang mencari makan dan tukang sapu yang selalu datang pukul enam. Aku dan panitia lain berkumpul di suatu tempat, menggelar tikar atau alas seadanya, lalu kami berkumpul melingkar, tidak banyak, hanya empat sampai lima orang, salah satu dari kami memimpin doa, setelah itu dilanjutkan dengan membaca asmaul-husna... Begitu indah setiap pagi kami karena diawali dengan asmaul-husna. Aktivitas kami dimulai dengan menyerukan nama-nama Allah, dan kami bejuang hingga petang hanya untuk mengajak mahasiswa lain mengenal ESQ, bahkan lebih jauh lagi, mengenal siapa dirinya dan Tuhannya. Kami hanya ingin mereka merasakan kebahgian yang kami rasakan. Perjuangan kami selama hampir 4 bulan memang tidak sebanding dengan perjuangan Rasulullah, tapi inilah sedikit persembahan dari kami untuk Rasul kami, kami ingin membuat Rasulullah tersenyum, hanya itu.

Dan sekarang, ketika aku mendengar lantunan asmaul-husna dari mp3 player, siapa yang pertama kali terbesit? Tidak hanya Allah... Tapi sahabat-sahabat spiritualku... Ada bayangan mereka di langit-langit kamarku, terkenang kembali saat-saat indah ketika kami sedang berjuang, di saat kami sedang berkumpul, dan di saat kami mengaji di hari Rabu... kami pernah saling mengingatkan, saling menopang, saling menghibur, dan saling mendoakan.

Itulah yang membuat hatiku bergetar setiap kali lantunan asmaul-husna terdengar...

* Untuk sahabat-sahabat spiritualku di Fosma UIN :)

Selengkapnya

10/18/2010

Galeri Fosma


Galery Foto


Selengkapnya

Tafsir Aqidah: Keyakinan Terhadap Allah Sebagai Rabb

A. Pendahuluan

Akidah-akidah jahiliah yang dominan diseluruh permukaan bumi sebelum Islam datang, penuh dengan kepercayaan terhadap tuhan-tuhan yang bermacam-macam, yang disifati sebagai tuhan,tuhan kecil disamping tuhan besar sebagaimana anggapan mereka.
Memutlakkan rubbiyah ‘ketuhanan’ dalam surat ini dan pencakupan rubbiyah ini terhadap semesta alam secara keseluruhan merupakan, merupakan persimpangan jalan antara keteraturan dan kekacauan dibidang akidah, supaya seluruh alam ini mengarah kepada Rabb ‘Tuhan’ Yang satu, menetapkan dan mengakui untuk-Nya saja kekuasaan yang mutlak, meruntuhkan tuhan-tuhan yang bermacam-macam dari hadapan-Nya.

Islam datang ketika di dunia ini terdapat bertumpuk-tumpuk akidah, paham, legenda, mitos-mitos, pemikiran yang bercampur aduk antara kebenaran dan kebatilan, yang shahih dan yang palsu, Oleh karena itu perhatian Islam yang pertama-tama adalah membebaskan urusan akidah dan membatasi persepsi manusia tentang urusan dan sifat-sifat Allah, hubungan-Nya dengan makhluk, dan hubungan makhluk dengan-Nya dengan cara yang pasti dan benar.

B. Kajian Tafsir QS. Al-Fatihah; 2
 Ayat dan Terjemah
    
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

 Tafsir Ayat
“Segala puji bagi Allah”inilah perasaan yang melimpahmasuk kedalam hati seorang mukmin, hanya semata-mata ingatnya kepada Allah. Karena, keberadaannya sejak awal adalah limpahan dari sekian limpahan nikmat Ilahi yang menghimpun pujian dan sanjungan. Dalam setiap kejapan mata, dalam setiap pandangan, dalam setiap langkah senantiasa diiringi dan disertai oleh nikmat-nikmat Allah, nikmat yang melimpahi semua makhlukNya, khususnya manusia ini. Oleh kerena itu mengucapkan “Alhamdulillah” didalam memulai sesuatu dan mengahirinya merupakansalah satu kaidah Islam secara langsung.
“Alif” dan “Lam” pada Alhamdu ditunjukkan untuk mencakup segala jenis dan ragam pujian itu kepunyaan Allah.

Menghadap kepada Allah dengan memuji-Nya itu menggambarkan perasaan orang mukmin ketika dia ingat kepada Allah. Aapun bagian ayat terahir yang berbunyi“Rabbil ‘Alamin “ Tuhan semesta alam. Kata “Rabb”berarti yang berkuasa, yang memberlakukan, yang bertindak, dan menurut bahasa berarti sayyid ‘tuan’dan mutasharif ‘yang bertindak’untuk memperbaiki dan memlihara.

Bisyir bin Imarah berkata sengan sanadnya dari Ibnu Abbas bahwa “segla puji kepunyaan Allah Rabb semesta alam” itu maksudnya segala kepunyaan Allah yang kepunaan-Nyalah seluruh makhluk yang ada dilangit dan yang dibumi serta apa yang ada diantara keduanya, baik yang kita ketahuai maupun yang tidak kita ketahui.
Ibn Taimiyah berkata, “Allah SWT berfirman di awal ayat yang berbunyi: الحمد لله رب العاامين, memulai dengan dua nama, yaitu Allah, dan al-Rabb. Nama Allah adalah illah yang disembah, maka nama ini lebih berhak untuk di ibadahi.

Nama Allah meliputi tujuan seorang hamba, tempat bernaungnya, dan tempat kembalinya. Dan hal itu merupakan ibadah kepada Allah. Dan Nama al-Rabb mengandung arti penciptaan seorang hamba dan memulainya, bahwa Dia mengaturnya dan melindunginya. Bersamaan dengan itu kata al-Rabb masuk kedalam kata Allah
Al-Qur’anul karim telah menceritakan kita tentang sejumlah orang musyrik yang mengatakan tentang tuhan-tuhan mereka yang bermacam
"Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya".(az-Zumar;3)

C. Kajian Tafsir QS. Al-A’raf; 172
 Ayat dan Trejemah
                         •    
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)",


 Tafsir Ayat
Imam Abu Ja’far bin Jarir rahimaullah, meriwayatkan dari al-Aswad bin Sari yaitu orang dari Bani Sa’ad r.a dia berkata”Aku berperang bersama Rasulullah sebanyak empat kali. Maka tentarapun mengganyang anak anak setelah menggayang tentara. Kemudian hal itu sampai kepada Rasulullah saw, dan menghawatirkannya, kemudian belia bersabda “Mengapa orang orang itu mengganyang anak-anak?” maka seorang berkata “Wahai Rasulullah, bukankah mereka itu anak-anak kaum musyrikin?” Beliau bersabda “Sesungguhnya orang-orang terpilih diantara kamu pun merupakan anak-anak kaum musyrikin . Kecuali tidaklah seorang diri dilahirkan melainkan ia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ia senantiasa demikian hingga lidahnya menjelaskan ihwal dirinya. Maka bapak-ibunyalah yang menjadikan dia Yahudi atau Nasrani”
Sehubungan dengan penafsiran ayat ini, Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw, bersabda “Setelah allah menciptakan Adam, maka Dia mengusap punggungnya, maka berjatuhanlah dari punggungnya itu setiap jiwa. Dialah pencipta jiwa-jiwa dari keturunannya hingga hari kiamat” (HR Tirmidzi).

Hadis dhadis diatas menunjukkan bahwa Allah Azza wa Jalla mengeluarkan anak Adam dari sulbnya. Yang dimaksud kesaksian mereka atas dirinya sendiri bahwa Dia adalah tuhannya ialah bahwa Allah menciptakan mereka dalam keadaan memegang katauhidan. Oleh kerena itu allah Ta’ala berfirman “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam”, disini tidak dikatakan dari Adam, “dari sulbi mereka”tidak dikatakan dari punggung Adam. Allah menjadikan keturunan Bani Adam itu generasi demi generasi dan kurun demi kurun.
Allah mempersaksikan mereka putra-putar Adam itu atas diri mereka sendiri , yakni meminta pengakuan mereka masing masing melalui potensi yang di anugerahkan Allah kepada mereka, juga melalui penghamparan bukti ke esaan Nya di alam raya dan pengutusan para nabi seraya berfirman“ Bukankah Aku Ini Tuhanmu, dan yang selalu berbuat baik kepada kamu?” mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi".bahwa Engkau adalah Tuhan kami dan menyaksikan pula ahwa Engkau Maha Esa.

Seakan-aakn ada yang bertanya: “Mengapa Engakau lakukan demikian Wahai Tuhan?” Allah menjawab: “Kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat nanti kamu yang mengingkari ke esaan-Ku tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)", karena tidak adanya bukti-bukti tentang ke esaan Allah . Atau agar kamu tidak mengatakan “Sesungguhnya orang orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang ada sesudah mereka.


F. Daftar Pustaka
Katsir,Ibnu, Terj Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Jakarta: Gema Insani, 1999
Priana, Ari “ Penafsiran Tauhid dalam Surat al-Fatihah dan al-Ihlash Menurut Ibn Taimiyah” (Skripsi S1 Fakultas Ushuludiin dan Filsafat UIN syarif Hidayatullah Jakarta, 2008)
Quraish Shihab,Muhammad, Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an, Jilid 1, Lentera Hati:Jakarta, 2004.
Quthb, Sayyid, Terj Tafsir Fi Zhilalil-Qur’an, Jakarta: Gema Insani,2000

Selengkapnya

10/17/2010

Profil Pengurus Fosma UIN 2010-2011


KEPENGURUSAN FOSMA 165 UIN JAKARTA
PERIODE 2010-2011
Sekretaris : indah Pratiwi
Bendahara : Athifah Zhorifah
1. Div. Sosro
· Asep
. Amah
· Ela
· Agnia
2. Div. Humas
· Dion
3. Div. BUF
4. Div. Litbang
· Dita Mulwanasari
· Rendi
· Ulfah
5. Div. Multimed :
6. Div. Orsenbud
· Romy
· Muzzamilah

Selengkapnya